plasmalife

Surround Sound Speaker Set Up

Sound is fifty percent of the entertainment experience. Great sound can really bring out the power of high definition video. And speaker placement is essential to experiencing the true impact of movies, music and games. THX offers speaker set up and positioning tips for 7.1, 5.1 and desktop speaker systems.

7.1 Surround Sound Speaker System Set Up

A 7.1 surround system has seven discrete audio channels, Left, Right, Center, Left Surround, Right Surround, Left and Right Back, and of course, the Subwoofer.

  • Front Left & Right Speakers (L & R): Place the Front Left and Right speakers at ear height, producing a 45° angle as viewed from the main seat. This delivers a wide sound stage and precise localization of individual sounds.
  • Center Channel Speaker (C): Place the Center channel speaker either above or below the display. Then, aim the speaker either up or down to point directly at the listener. If you have a perforated projection screen, center this speaker both horizontally and vertically behind the screen.
  • Surround Left & Right Speakers (SL & SR): Place the SL & SR speakers between 90° to 110° to each side and 2 feet or higher above the listener. The SL & SR speakers recreate the enveloping sound and intense special effects that you experience in the cinema.
  • Surround Back Left & Right Speakers (SBL & SBR)*: The SBL & SBR speakers should be the direct firing type and placed together on the back wall. This allows the THX Advanced Speaker Array, or ASA technology to deliver its maximum effect. If the SBL and the SBR speakers can not be placed together, refer to your THX Certified Pre-amplifier or Receiver’s “THX Set Up” menu for alternative configurations.
  • Subwoofer (Sub): There are a few variations for subwoofer placement, depending on how many subwoofers you have in your room. If you have four subs, place one in the middle of each wall. If you have two, put them in the middle of opposing walls. If you have one, place it in the middle of the front wall.

5.1 Surround Sound Speaker Set Up

5-1-speaker-setup-400x300

A 5.1 surround system has five discrete audio channels: Left, Right, Center, Left Surround, Right Surround and the Subwoofer.

  • Front Left & Right Speakers (L & R): Place the Front Left and Right speakers at ear height, producing a 45° angle as viewed from the main seating position. This delivers a wide sound stage and precise localization of individual sounds.
  • Center Channel Speaker (C): Place the Center channel speaker either above or below the TV. Then, aim the speaker either up or down to point directly at the listener. If you have a perforated projection screen, center this speaker both horizontally and vertically behind the screen.
  • Surround Left & Right Speakers (SL & SR): Place the SL & SR speakers between 90° to 110° to each side and 2 feet or higher above the listener.
  • Subwoofer (Sub): If you have two Subs, put them in the middle of opposing walls. If you have one, place it in the middle of the front wall.

Dolby® TrueHD or DTS-HD Master Audio™ Set Up

dolby-truehd-dts-hd-speaker-setup-400x300

If you use Dolby® TrueHD or DTS-HD Master Audio™, your back surround speakers should be separated to produce a 60° angle from the main listening position. In addition, you should go to the “THX Set Up” Menu in your THX Certified AV Receiver/Pre-amp and set the ASA Surround Back Speaker setting to “Apart (greater than 48).”


Desktop System Set Up

5-1-desktop-pc-speaker-setup-400x300

  • Monitor Viewing Distance: There should be a 28 inch viewing distance from your desktop display to your seating position.
  • Front Speakers: If you have a 5.1 desktop system, the Front Left and Right speakers should be placed to the side of your display, with the Center Channel Speaker either above or below the display —aimed at the listening position.
  • Surround Speaker Set Up: If you have a 5.1 desktop system, the Surround speakers should be positioned 56 inches from your seating position.

April 27, 2011 Posted by | plasma sound | Leave a comment

Perbedaan Plasma, LED dan LCD TV

Era TV Tabung yang sudah berpuluh tahun menjadi perangkat elektronik keluarga favorit untuk menghadirkan tayangan hiburan segera berakhir dalam beberapa waktu ke depan. Standar baru siaran digital yang saat ini sudah memasuki tahapan uji-coba di ibukota dan akan menyusul kota-kota lain dalam waktu dekat nampaknya memicu percepatan pergeseran untuk menggunakan perangkat TV Digital seperti Plasma TV, LCD TV, dan teknologi terbaru LED TV.

Selain itu, berbagai keunggulan yang ditawarkan juga melambungkan popularitas TV layar datar dari ketiga jenis teknologi tersebut, antara lain: ukuran yang tipis, ringan, dan dapat digantungkan di tembok. Ukuran layar yang besar juga menjadi daya tarik tersendiri bagi para penggemar tanyangan televisi. Tidak ketinggalan pula fitur hemat energi yang ditawarkan, yang memungkinkan penghematan konsumsi listrik.

Membeli Televisi Digital, nampaknya bagi sebagian orang cukup menyulitkan, karena munculnya berbagai terminologi baru yang membingungkan, dimana seringkali teknologi yang sama mendapat label yang berbeda di antara produsen yang berbeda. Salah satu yang paling membingungkan adalah perbedaan antara Plasma TV, LCD TV, dan LED TV. Tidak terhitung kali penggunaan sebutan “Plasma TV” diarahkan untuk sebuah LCD TV, mengingat Plasma merupakan salah satu teknologi pertama untuk layar datar dengan ukuran yang besar (>42”).

Apa sebenarnya perbedaan antara ketiga jenis TV layar datar tersebut? Manakah diantara ketiga jenis TV tersebut yang layak untuk dibeli?

Plasma TV

Plasma Display Panel (PDP) atau di Indonesia banyak dikenal sebagai Plasma TV merupakan salah satu jenis teknologi TV layar datar yang memungkinkan produsen untuk memproduksi TV Layar Datar ukuran besar secara massal dengan harga yang ekonomis.

Istilah dan konsep teknologi Plasma TV sendiri diperkenalkan pada tahun 1936 oleh seorang ahli Fisika, Elektronika, dan penemu dari Hungaria. Pada perkembangannya IBM, Fujitsu, dan Panasonic memperkenalkan beberapa jenis televisi yang memanfaatkan teknologi Plasma pada hasil riset mereka. Baru pada tahun 1997, Fujitsu diikuti Philips dan Pioneer, merilis TV layar datar ukuran 42 inci dengan teknologi Plasma secara komersial.

Istilah PDP sendiri berasal dari penggunaan sel Plasma, yang merupakan lampu Fluorescent, sebagai dasar pencahayaan layar televisi tersebut. Sebuah Plasma TV memanfaatkan jutaan sel Plasma yang diletakkan diantara dua panel layar kaca. Setiap sel yang berisi kombinasi antara gas noble dan sejumlah kecil mercury yang akan diuapkan dan diberi aliran listrik sehingga berpendar dan membentuk plasma. Warna dihasilkan dari fosfor yang terdapat di dalam sel tersebut, di mana di dalam setiap sel akan berisi fosfor 3 jenis warna utama, yaitu: Red, Green, dan Blue, atau biasa dikenal dengan RGB. Perbedaan voltage yang diberikan pada tiap sel juga menghasilkan kombinasi warna yang ada.

Keunggulan Plasma TV

* Menghasilkan warna hitam yang lebih baik dari LCD TV

* Contrast rasio yang tinggi (1:2.000.000)

* Sudut pandang lebih lebih lebar

* Refresh Rate dan Response Time yang cepat, meminimalisir tampilan gambar kabur

Kelemahan Plasma TV

* Gambar diam yang ditampilkan dalam waktu yang lama akan menimbulkan burn-in dan gambar berbayang

* Kualitas gambar akan terus menurun seiring dengan lamanya penggunaan, meskipun dalam jangka waktu yang relatif lama

* Lebih berat dari LCD

* Menggunakan daya listrik yang lebih besar dibandingkan dengan LCD TV

* Ukuran umumnya tidak tersedia di bawah 42 inci.

LCD TV

LCD TV yang di pasaran tampil lebih dulu dari Plasma mengalami penurunan popularitas sejak kemunculan Plasma TV mengingat berbagai kelebihan yang ditawarkan dibandingkan LCD generasi awal. Dengan harga yang jauh lebih mahal untuk ukuran yang lebih kecil, membuat penjualan Plasma meningkat.

Namun demikian, pada perkembangan selanjutnya, LCD TV dengan harga ekonomis dengan berbagai kemajuan teknis, membuat konsumen kembali beralih ke LCD TV. Seiring dengan kemunculan HDTV dan Full HD TV di jajaran produk LCD TV, diikuti dengan ukuran yang besar, harga LCD TV pun juga semakin masuk akal di kantong konsumennya.

Pada dasarnya LCD TV bekerja dengan memproduksi gambar hitam dan berwarna dengan melakukan seleksi cahaya yang dipancarkan oleh serangkaian lampu teknologi CCFLs (Cold Cathode Fluorescent Lamps) di belakang layar. Jutaan lampu tersebut akan dinyalakan dan dimatikan melalui LCD shutter dengan melewatkan cahaya putih dengan intensitas tertentu. Setiap shutter akan digabungkan dengan filter warna yang akan melewatkan warna Red, Green, dan Blue (RGB). Shutter dan Filter yang masing-masing merupakan sub-pixel ini berukuran sangat kecil, dan secara kasat mata membentuk gabungan yang disebut dengan pixel.

Keunggulan LCD TV

* Menghasilkan warna yang lebih realistis

* Teknologi anti glare (tanpa bayangan)

* Tersedia mulai ukuran kecil hingga besar

* Tidak ada radiasi yang dipancarkan

* Dapat digunakan sebagai monitor komputer

* Kebutuhan sumber daya listrik yang lebih rendah dibanding Plasma

Kelemahan LCD TV

* Kualitas gambar akan menurun apabila dilihat pada sudut pandang yang lebar

* Untuk ukuran yang besar, harganya lebih mahal apabila dibandingkan dengan Plasma TV

* Refresh Rate dan Response Time yang jauh lebih rendah dibandingkan Plasma, sehingga kadang menghasilkan gambar yang kabur

LED TV

Beberapa tahun terakhir, pasar televisi digital diramaikan dengan hadirnya sebuah teknologi televisi layar datar yang oleh beberapa vendor elekronik terkemuka disebut dengan LED TV. Vendor yang paling agresif dalam menggelontorkan TV dengan teknologi baru ini antara lain: Samsung Electronics, LG Electronics, Toshiba, dan berbagai vendor terkemuka lainnya.

Pada dasarnya sebenarnya LED TV merupakan pengembangan dari LCD TV dimana jenis ini menggunakan LED Backlight sebagai pengganti cahaya fluorescent yang digunakan pada jenis LCD TV sebelumnya. Ada dua macam bentuk LED TV yang beredar di pasaran: RGB LED dengan LED yang diletakkan di belakang panel layar, atau EDGE-LED dimana LED diletakkan di sekeliling layar.

Kelebihan LED TV

* Tingkat contrast yang jauh lebih tinggi dibandingkan LCD TV, setara atau bahkan lebih tinggi daripada Plasma TV

* Memungkinkan produsen untuk memproduksi televisi layar datar dengan ukuran super tipis, dengan ketebalan sekitar 2.5 cm

* Lebih ramah lingkungan

* Konsumsi listrik yang lebih rendah sekitar 20-30% dibandingkan LCD TV konvensional

* Berbagai produk LED TV dari vendor terkenal menawarkan fitur pemrosesan gambar digital, fitur Digital TV Tuner, dan berbagai fitur terbaru lainnya.

Kelemahan LED TV

* Harga yang lebih mahal, pada saat ini untuk ukuran yang sama, harga LED TV yang termurah sekitar 1,5 kali lipat LCD TV konvensional

Kesimpulan

Secara umum LED TV menawarkan kualitas gambar yang lebih baik apabila dibandingkan dengan LCD TV, khususnya untuk contrast gambar serta kesempurnaan warna hitam, , meskipun bagi sebagian besar orang perbedaan itu tidak terlalu nampak. Hal ini disebabkan karena kualitas LCD TV yang sudah cukup memadai. Apabila dibandingkan dengan plasma, kualitas yang ditawarkan juga setingkat atau bahkan lebih, mengingat LED TV terbaru menawarkan berbagai fitur tambahan untuk mengolah gambar.

Perbedaan harga yang cukup mencolok dengan LCD TV, tidak menyurutkan sebagian orang untuk membeli LED TV, mengingat penampilan LED TV yang lebih tipis dan dengan desain terbaru. Bagi sebagian orang lain yang menempatkan harga di atas berbagai kriteria pembelian TV, nampaknya LCD TV masih menjadi pilihan utama. Plasma sendiri, nampaknya sudah tidak terlalu menarik minat, dan mulai ditinggalkan sejak tahun 2007, mengingat perbedaan harga yg sudah semakin tipis antara LCD TV dan Plasma TV. Desain yang juga terlihat usang juga semakin menyurutkan minat orang yang akan membeli Plasma TV. Panasonic sebagai salah satu produsen yang selama bertahun-tahun kukuh dengan memproduksi Plasma TV untuk ukuran 42 inci ke atas, akhir-akhir ini sudah mulai mengalihkan jajaran TV terbarunya dengan teknologi LCD TV dan LED TV.

Akhirnya, semuanya terpulang kembali kepada calon pembeli. Apabila anggaran yang tersedia mencukupi, pemilihan LED TV nampaknya cukup tepat, mengingat LED TV sudah dipersiapkan untuk teknologi TV digital yang benar-benar akan menggantikan TV analog pada tahun 2018. Namun apabila anggaran terbatas, LCD TV merupakan pilihan yang paling pas, mengingat fitur yang disediakan sudah cukup memadai, lebih ringan, serta lebih hemat energi apabila dibandingkan dengan Plasma TV.

April 27, 2011 Posted by | eye view | 1 Comment

   

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.